Proses Belajar Kuliah Online


course-proses-belajar-kuliah




Menggunakan metode kuliah blened learning mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk mengikuti kelas secara langsung (tatap muka). Inilah kelebihan dari mengikuti kuliah online yang memudahkan Mahasiswa mengatur waktu belajar mereka sendiri. Dalam kuliah online, ada beberapa proses belajar yang di terapkan untuk belended learning antara lain:

Pembelajaran Campuran (Hybrid Learning)

Proses pembelajaran dibagi atas 75% secara online dan 25% secara tatap muka di kelas, yang terdiri dari pertemuan pertama, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).Pertemuan Pertama bertujuan untuk mempertemukan siswa dengan dosen dan siswa lainnya, sehingga komunikasi dan kerja sama selama masa kuliah dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Pembelajaran Terekam (Asynchronous Learning)

Dalam konsep ini, kuliah yang diberikan oleh dosen direkam dalam multimedia dokumen seperti presentasi dan video, sehingga dapat diakses secara fleksibel sesuai jadwal masing-masing.

Pembelajaran Langsung (Synchronous Learning)

Dalam konsep ini, dosen melakukan pengajaran secara online dan real-time yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah secara langsung antara dosen dengan siswanya.

Pembelajaran Kolaborasi (Collaborative Learning)

Sejak awal masa kuliah, para siswa akan dibagi ke dalam berbagai kelompok dan diharuskan untuk berdiskusi secara teratur serta mengerjakan berbagai macam tugas bersama-sama. Siswa juga akan diberikan insentif untuk memberikan kontribusi positif dan membantu rekannya dalam belajar.

Pembelajaran Mandiri (Self-paced Learning)

Siswa, dilengkapi dengan LMS yang akan mendukung pembelajaran mereka, dituntut untuk menentukan kecepatan dan jadwal belajar sesuai dengan jadwal mereka masing-masing. Setiap siswa diharapkan memiliki disiplin belajar dan bertanggung jawab atas keberhasilannya menyelesaikan kuliah dengan hasil yang mencukupi.

Pembelajaran Personal (Personalized Learning)

Proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa dengan menggunakan teknologi informasi. Beberapa contohnya adalah waktu dan lokasi belajar yang fleksibel, materi kuliah yang dapat diputar berulang kali, kecepatan berbicara yang dapat disesuaikan, serta analisa hasil belajar dan rekomendasi topik yang harus dipelajari ulang.